MAKALAH
SISTEM ARSITEKTUR DAN
ORAGANISASI
DRONE
Diajukan untuk memenuhi
salah satu Tugas Mata Kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer
Dosen : Lonely Costaner M.kom
Disusun Oleh :
Laurensius Rendi Setiawan
1610307055060
FALKUTAS TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS PELITA INDONESIA
PEKANBARU
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Drone
2.2 Komponen-komponen drone
2.3 Tipe-tipe drone
2.4 Cara kerja drone
2.5 Kegunaan drone
2.6 Kelebihan dan kekurangan drone
1. Kelebihan drone
2. Kekurangan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang
Perkembangan
teknologi terutama di bidang elektronika digital yang begitu pesat seiring
dengan kebutuhan masyarakat akan penggunaan teknologi digital sebagai media
pembantu pekerjaan manusia yang begitu kompleks. Banyak teknologi yang berbasis
elektronika digital yang banyak menarik masyarakat terutama dalam seni
photografi maupun perfilman. Dewasa ini banyak dari masyarakat maupun
pemerintah yang menggunakan teknologi berbasis elektronika digital seperti
drone. Drone telah berkembang dalam berbagai segi, mulai dari spesifikasi,
penggunaan, kontrol maupun dalam segi tampilan. Drone merupakan pesawat tanpa
awak dengan menggunakan remote kontrol sebagai pengendalinya. Dalam
pemerintahan drone banyak digunakan pada bidang pertahanan dan keamanan
terutama sebagai alat untuk memantau ataupun sebagai pengontrol segala kekayaan
dari negara tersebut meliputi sumber daya manusia, simber daya alam maupun yang
berhubungan dengan batas-batas wilayah suatu negara. Drone juga banyak
digunakan oleh media massa maupun kalangan perusahaan televisi terutama sebagai
media hiburan seperti pada penggunaan seni peran dan perfilman serta banyak
digunakan kalangan pribadi. Maka dari itu kami sangat tertarik untuk membahas
drone karena drone berkembang begitu pesat dalam segi penggunaan maupun
spesifikasi.
1.2 Rumusan Masalah
Berkaitan dengan latar belakang di
atas maka dapat di tentukan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa itu drone ?
2. Apa saja komponen-komponen
drone ?
3. Bagaimana cara kerja drone ?
4. Apa kegunaan drone dalam
kehidupan sehari-hari?
5. Apa kelebihan dan kekurangan
drone ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian drone
2. Mengetahui komponen-komponen
drone
3. Mengetahui cara kerja drone
4. Mengetahui kegunaan dari
drone
5. Mengetahui kelebihan dan
kekurangan drone
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Drone
Pesawat tanpa awak memliki
bentuk, ukuran, konfigurasi dan karakter yang bervariasi. Sejarah pesawat tanpa
awak adalah drone, pesawat tanpa awak yang digunakan sebagai sasaran tembak.
Perkembangan kontrol otomatis membuat pesawat sasaran tembak yang sederhana
mampu berubah menjadi pesawat tanpa awak yang kompleks dan rumit. Kontrol
pesawat tanpa awak ada dua variasi utama, variasi pertama yaitu dikontrol
melalui pengendali jarak jauh dan variasi kedua adalah pesawat yang terbang
secara mandiri berdasarkan program yang dimasukan kedalam pesawat sebelum
terbang.
Saat ini, pesawat tanpa awak
mampu melakukan misi pengintaian dan penyerangan. Walaupun banyak laporan
mengatakan bahwa banyak serangan pesawat tanpa awak yang berhasil tetapi
pesawat tanpa awak mempunyai reputasi untuk menyerang secara berlebihan atau
menyerang target yang salah.Pesawat tanpa awak juga semakin banyak digunakan
untuk keperluan sipil (non militer) seperti pemadam kebakaran, keamanan non
militer atau pemeriksaan jalur pemipaan. Pesawat tanpa awak sering melakukan
tugas yang dianggap terlalu kotor dan terlalu berbahaya utnuk pesawat berawak.
2.2 Komponen-komponen drone
Bagian ini merupakan
komponen utama yang diperlukan untuk merakit drone quadcopter. Ada 7 Komponen
utama yang diperlukan untuk merakit drone quadcopter sampai RTF (Ready To
Fly) antara lain Flight Control Board
(FCB), Frame, Motor, Electronic Speed Control (ESC), propeller (baling-baling), Baterai dan
charger dan yang terakhir adalah remote ( Radio transmitter and receiver).
1. Flight Control Board (FCB)
FCB ini merupakan bagian
utama dari drone quadcopter merupakan otaknya dari pesawat tersebut. Banyak
sekali jenis Flight Control dengan berbagai kemampuan dan fitur ekstra
didalamnya. Fitur yang dibawa FC biasanya seperti Gyro, GPS, Accelerometer,
Magnetometer dan sebagainya. Fitur Gyro digunakan agar pesawat bisa hold
position pada ketinggian tertentu yang kita inginkan, fitur GPS bisa kita
gunakan untuk mengatur pesawat terbang pada posisi tertentu. Tapi tidak semua
quadcopter membawa fitur FC yang lengkap, contohnya adalah quadcopter JJRC H8C
yang tidak dilengkapi dengan GPS.
2. Frame
Sudah cukup jelas ini
merupakan kerangka dari quadcopter. Banyak jenis dan banyak tipe yang beredar,
mulai dari bahan kayu, aluminium dan carbon fiber tersedia. Bentuknyapun
macam-macam sesuai selera anda, mau memilih tricopter, quadcopter ataupun
hexacopter. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan frame ini adalah pada
jumlah rotor yang dipakai, berat bahan frame dan bentuk yang presisi.
3. Motor
Motor adalah bagian yang
menggerakan baling-baling. Motor ini biasanya tersedia dalam ukuran dimensi
motor dan kekuatannya dalam satuan kv atau rpm/v. Pemilihan motor disesuaikan
denganpropeller dan ESC yang anda gunakan. Sebagai catatan bahwa semakin besar
satuan kekuatannya maka semakin besar pula daya yang diperlukan.
4. Electronic Speed Control (ESC)
Bagian ini merupakan bagian
yang cukup penting mengatur kecepatan dari setiap motor. ESC ini biasanya akan
otomatis mengatur kecepatan atau arus ke setiap motor. Praktek sederhananya
adalah ketika posisi pesawat sedang miring, maka ESC otomatis akan mengirimkan
atau membuat salah satu atau beberapa motor berputar lebih cepat demi membuat
keseimbangan pesawat. Dalam quadcopter dibutuhkan 4 ESC sesuai jumlah rotornya.
5. Propeller (Baling-baling)
Pada quadcopter terdiri dari dua buah propeller akan dibuat
berputar searah jarum jam, dan dua buah lagi berputar berlawanan arah jarum
jam.Pemilihan propeller menitik beratkan pada ukuran, bahan dan bentuk yang
presisi. Hal ini karena akan berpengaruh pada keseimbangan terbang. Ukuran
propeller biasanya menyatakan panjang x pitch , contohnya untuk ukurang
quadcopter 250 biasanya menggunakan propeller ukuran 50×30. Bahan yang umum
digunakan antara lain Nylon, Composite dan Carbon Fiber.
6. Baterai dan charger
Komponen selanjutnya adalah sumber tenaganya.
Baterai yang biasa digunakan adalah jenis Lithium Polymer (LiPo) , dan untuk
penggunaan pada multirotor biasanya menggunakan jenis kemasan softpack untuk
meminimalkan beban. Yang diperlukan dalam pemilihan baterai adalah berdasarkan
jumlah cell dan kapasitasnya. Selain itu juga diperhatikan bentuk konektornya,
yang cukup umum digunakan adalah konektor model XT60 atau Deans Plug. Jumlah
cell menentukan berapa voltage baterai tersebut. Satu cell LiPo adalah sebesar
3.7 Volt, jadi apabila menggunakan LiPo 3 cell, berat memiliki ukuran
11.1 Volt.Sesuaikan dengan Motor dan ESC yang akan digunakan
bersama-sama.
Untuk charger baterai, banyak pilihan dengan
berbagai fitur, misalnya ada yang dilengkapi dengan fitur charge beberapa
baterai sekaligus atau ada juga yang bisa melakukan balance charging . Yang
jelas menggunakan charger yang baik dengan teknik charging yang baik bisa
membuat umur baterai lebih lama.
7. Remote Control
Remote control merupakan bagian yang penting
sekalipun sudah merakit drone quadcopter dengan baik tapi tak bisa terbang
tanpa remote. Yang perlu diperhatikan dalam memilih remote quadcopter adalah
jumlah Channel yang mampu di control oleh Radio Transmitternya. Pada quadcopter
minimal diperlukan 4 channel yaitu untuk mengendalikan Throttle, Yaw, Pitch dan
Roll. Channel tambahan bisa digunakan untuk keperluan lain misalnya mengganti
flight mode, atau menggerakkan gimbal untuk menggambil foto atau video udara.
2.3 Tipe-tipe drone
Mesin terbang yang juga
akrab disebut drone memiliki bentuk, ukuran, konfigurasi, serta fungsi yang
sangat bervariasi. Saat ini ada 2 tipe drone :
1. Drone dengan Kontrol Jarak
Jauh (Pilot).
2. Drone dengan Autopilot
(mengendalikan dirinya sendiri).
2.4 Cara kerja drone
Drone merupakan pesawat
nirawak atau pesawat tanpa awak. Pesawat ini tidak membutuhkan seorang pilot
untuk memandunya, serta sering disebut sebagai pesawat UAV atau Unmanned Aerial
Vehicle. Teknologi ini menjadi salah satu yang berkembang pesat di dunia. Tidak
hanya dimanfaatkan dalam dunia militer, drone juga dapat digunakan dalam
berbagai bidang kehidupan, seperti kesehatan, pengiriman barang dan bahkan
berselfie ria. Tak jarang juga di masyarakat, model pesawat tanpa awak menjadi
mainan dan olahraga populer.
Sebagai pesawat tak berawak,
tentunya tidak ada manusiapun di dalam sebuah drone. Bentuknya bermacam-macam
mengikuti tujuan utama penggunaan. Sedangkan cara kerja drone yaitu
memanfaatkan kendali jarak jauh atau sistem remote dimana pilote memegang
kontrol dari darat. Dengan semakin berkembangnya teknologi, kini ada pula drone
yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya secara mandiri setelah
diprogram menggunakan komputer onboard yang dipasangkan di drone itu sendiri.
2.5 Kegunaan drone
Dewasa ini pemanfaatan
teknologi drone juga menjalar ke area sipil (non-militer). Tujuan utama yang
tadinya seperti rudal, kini berubah sebagai alat yang bermanfaat untuk pemetaan
wilayah, fotografi, pemadam kebakaran, pemeriksaan jalur pemipaan dan
sebagainya. Tentunya cara kerja drone disesuaikan dengan fungsi dan tujuan
penggunaan. Sampai saat ini, drone telah dimanfaatkan pula dalam industri
bisnis dan diaplikasikan ke dalam berbagai layanan, seperti:
1.
Pengiriman komersil
2.
Pengawasan keamanan komersil
3.
Eksplorasi tambang, minyak dan mineral
4.
Bantuan kesehatan darurat
5.
Pembuatan film
2.6 Kelebihan dan kekurangan drone
Perkembangan drone yang
begitu pesat serta penggunaannya yang begitu kompleks membuat drone banyak
mempunyai kelebihan serta di lain sisi juga mempunyai kekurangan
1. Kelebihan drone :
a.
Tidak perlu tenaga ahli atau pilot untuk menerbangkannya.
b.
Harga lebih murah dibandingkan memakai pesawat umum berawak.
c.
Biaya perawatan lebih terjangkau.
d.
Bersifat portable sehingga bisa lebih mudah dibawa kemana
saja.
e.
Keamanan pada manusia lebih terjamin jika terjadi kesalahan
system.
f.
Ukurannya kecil dan beratnya pun sangat ringan.
g.
Sistem navigasi yang canggih.
h. Control jarak jauh.
2. Kekurangan :
a.
Tidak bisa menjangkau tempat yang jauh karena keterbatasan arus
listrik pada batrai.
b.
Sangat rawan rusak jika terjadi badai di lautan karena
ukurannya yang kecil.
c.
Harus memiliki banyak tempat pemberhentian untuk mengisi
bahan bakar.
d.
Harus orang yang mengerti untuk pengoperasiannya.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Drone adaalah pesawat tanpa
awak yang berkembang pesat dalam pengembangan teknologi terutama dalam bidang
digital dengan menggunakan remote kontrol sebagai pengendalinya . Drone sangat
bermanfaat terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan maupun dalam bidang
hiburan dewasa ini.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2012. Pengertian pesawat tanpa awak. http://id.wikipedia.org/ wiki/ Pesawat_tanpa_awak. [ 9
November 2015].
Syahputra, W. 2014. Komitmen Indonesia terhadap perkembangan
drone. http://www.antaranews.com/berita/440/komitmen-indonesia.[9 November
2015]
Nurkholis, H. 2012. Komponen-komponen drone. http://indonesiakuhebat.word
press.com/tag/drone/. [ 9 November 2015]
Khusnul, K. 2013. Efektivitas drone. http://nasional.sindonews.
com/read/ 876 535/15/efektivitaspenggunaan-pesawat-intai-diragukan.[9 November
2015]
BERIKUT VIDIO PENJELASAN MENGENAI DRONE:
Link dibawah ini:
Bagi anda yang suka dengan metode pembelajaran bisa kunjungi channel youtube saya link di bawah:

No comments:
Post a Comment
Jangan Lupa Beri Saran atau Komentar Tentang Materi Diatas.